❓ Pertanyaan: Doa apa yang harus saya baca agar menjadi kaya?
hanefiSaudaraku yang terhormat, salam dan doa untukmu. Sesuai permintaanmu, saya menjawab pertanyaanmu dalam kerangka prinsip dasar fikih Hanafi dan prinsip moral Islam secara umum. Dalam Islam, Allah adalah Pemberi rezeki (QS. Adz-Dzariyat: 58). Memohon kekayaan atau kelapangan rezeki adalah bagian dari tawakal seorang hamba kepada Allah. Namun, Islam menetapkan bahwa rezeki diperoleh bukan hanya melalui doa, melainkan melalui kerja dan usaha (kasb) yang sah. Dalam sumber utama fikih Hanafi seperti 'al-Hidayah' dan 'Radd al-Muhtar' karya Ibnu Abidin, ditekankan bahwa perdagangan dan bekerja memiliki nilai ibadah, dan mencari nafkah dengan tangan sendiri adalah penghasilan yang paling mulia. Berdoa untuk rezeki adalah sunnah, namun 'menunggu kaya hanya dengan berdoa tanpa bekerja' tidak dianggap sesuai dengan etika kerja Islam. Untuk kelapangan rezeki, ikutilah saran berikut: 1. Doa dari Al-Qur'an dan Sunnah: Rasulullah SAW berlindung kepada Allah dari utang dan kemiskinan serta mengajarkan doa: 'Allahummakfini bi halalika 'an haramika wa aghnini bifadlika amman siwaka' (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu agar terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu) (HR. Tirmidzi, Da'awat, 110). Selain itu, beristighfar setiap hari membuka pintu rezeki, sebagaimana dijanjikan dalam QS. Nuh: 10-12. 2. Perspektif Fikih: Dalam mazhab Hanafi, 'kasb' (bekerja) dipandang sebagai kewajiban atau fardu dalam mencari rezeki. Imam as-Sarakhsi dalam 'al-Mabsut' menyatakan bahwa rezeki harus dicari melalui jalan yang sah dan menafkahi keluarga adalah jihad yang besar. Jadi, doa adalah kunci, namun 'usaha' adalah yang membuka pintunya. 3. Pendekatan Antar-Mazhab: Pandangan umum ulama Islam adalah bahwa di samping berdoa, 'berpegang pada sebab' (asbaba tawassul) adalah keharusan. Dalam sumber mazhab Syafi'i (seperti 'al-Majmu') juga ditekankan pentingnya perdagangan dan profesi. Tidak ada perbedaan pendapat antar-mazhab mengenai pencarian rezeki; semuanya mendasarkan pada kerja, perdagangan yang jujur, dan penghasilan yang halal. Singkatnya; mintalah keberkahan rezeki kepada Allah, berusahalah semaksimal mungkin, tetaplah di koridor yang halal, dan bersyukurlah. Makna kekayaan yang hakiki adalah keberkahan pada apa yang dimiliki dan menggunakannya untuk kebaikan di jalan Allah. Semoga Allah memberikan rezeki yang halal dan melimpah serta umur yang penuh berkah.