❓ Pertanyaan
🏛️ HanefiBagaimana menjelaskan keberadaan karbon pada manusia padahal karbon tidak ada di dalam tanah?
📗 Hukum Fiqih
Wa alaikumussalam wahai anakku, Pertama-tama harus saya nyatakan bahwa data ilmiah modern mengonfirmasi bahwa karbon ditemukan secara intensif di dalam tanah (dalam bentuk bahan organik, batu bara, dan berbagai senyawa). Namun, pertanyaan yang kamu ajukan dapat dijelaskan berdasarkan hikmah penciptaan manusia dan keterangan Al-Qur'an sebagai berikut: Di dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala dengan jelas menyatakan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah (turab), lumpur (tin), dan sari pati tanah (sulalah). "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah." (QS. Al-Mu'minun: 12). Menurut pemahaman Maturidi yang menjadi landasan akidah mazhab Hanafi, seni penciptaan Allah berada dalam mukjizat sekaligus keteraturan. Penciptaan manusia dari tanah berarti manusia adalah komposisi dari elemen-elemen yang ada di bumi. Batu bata kehidupan seperti karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen tersedia dalam kandungan bumi dan tanah. Melihat masalah ini dari tiga poin berikut adalah sesuai dengan hikmah: 1. Keselarasan Elemental: Istilah tanah bukan hanya debu di atasnya, melainkan asal yang mencakup seluruh mineral dan elemen bumi. Seluruh elemen dalam tubuh manusia ada di lapisan bumi. 2. Sari Pati (Sulalah): Ungkapan "sari pati" yang terdapat dalam ayat menunjukkan pemilihan dan penggabungan elemen-elemen tertentu dari dalam tanah. Karbon adalah salah satu bagian paling mendasar dari sari pati yang terpilih ini. 3. Transformasi Melalui Rezeki: Tubuh manusia terus diperbarui melalui tanaman yang tumbuh dari tanah dan hewan yang memakan tanaman tersebut. Karbon dan elemen lain di dalam tanah menjadi bagian dari sel manusia melalui rantai rezeki. Kesimpulannya, keberadaan karbon pada manusia tidak bertentangan dengan kebenaran "penciptaan dari tanah" yang dikabarkan Al-Qur'an, justru hal itu membenarkannya. Perubahan elemen-elemen di dalam tanah yang mati menjadi manusia yang hidup dan sadar dengan perintah "Jadilah" dari Allah adalah tanda kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Semoga Allah menambah ilmumu.